TEKNIK
PENULISAN REVIEW BOOK
MAKALAH
Dosen Pengampu: M Rikza Chamami, MSI
Disusun Oleh :
1. Yunita
Trikaryati (
1403036030 )
2. Wakhid
Fatkhul I (
1403036031
)
3. M Fatwa Auliya ( 1403036032 )
FAKULTAS
ILMU TARBIYYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI WALISONGO
SEMARANG
2015
I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam sebuah karya
yang telah ditelurkan perlu adanya penilaian terkait dengan karya tersebut.
Resensi merupakan sebuah tulisan yang berisi tentang penilaian sebuah karya,
bisa berupa buku ataupun film. Resensi sebuah karya tidak hanya dipajang di
beberapa surat kabar maupun majalah. Resensi juga digelar di kampus, radio,
televisi, toko buku, atau internet. Bahkan sebagian besar surat kabar kita
telah menyediakan kolom atau halaman khusus untuk memajang masalah perbukuan
ini.
Dalam kegiatan
resensi, juga perlu adanya penilaian yang seimbang. Penilaian yang seimbang
akan memberikan makna tersendiri bagi penulis, penerbit, dan pembaca. Mengingat
fungsi resensi ialah memberi informasi adanya buku baru, memberi hiburan,
promosi, dan membangun sinergi antara pengarang, penerbit, toko buku,
distributor, dan pembaca.
Meresensi buku di
media cetak memang gampang-gampang susah. Namun demikian, sesulit apapun jika
ada keberanian, kemauan, keseriusan, dan kesabaran, insya Allah akan berhasil juga.
B. Rumusan Masalah
A. Apa Pengertian
Resensi?
B. Apa
Tujuan Review Book?
C. Bagaimana struktur
tulisan resensi?
D. Apa saja
jenis-jenis dalam resensi?
E.
Bagaimana teknik penulisan resensi?
TEKNIK
PENULISAN REVIEW BOOK
II.
PEMBAHASAN
A. Pengertian Resensi
Resensi secara
bahasa artinya pertimbangan atau perbincangan (tentang) sebuah buku (WJS.
Poerwadarminta, kamus Umum Bahasa Indonesia, 1984:821).
Perbincangan dimaksud berupa sebuah tulisan yang dimuat disurat kabar atau
majalah, berisi penilaian tentang kelebihan atau kekurangan sebuah buku,
menarik- tidaknya tema dan isi buku, kritikan dan memberi dorongan kepada
khlayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimilik atau dibeli.[1]
Ada pula yang
menyatakan untuk menyatakan bahwa resensi buku itu juga disebut telaah buku.
Kata telaah berasal dari bahasa arab Thala’a yathla’u yang
berarti membaca dengan seksama. Kemudian dalam bahasa Indonesia diartikan
dengan penyelidikan, pemeriksaan, dan penelitian. Dengan demikian, telaah buku
berarti melakukan pembacaan buku dengan seksama, teliti, dan penyelidikan.
Resensi memang
perlu mempertimbangkan banyak faktor, seperti tema, penulis, sistematika
penulisan, penerbit, kebaruan, dan perkembangan keadaan. Sebab tidak
semua buku itu layak diresensi karena tidak memiliki nilai-nilai keilmuan,
pendidikan, moral,budaya, sosial, politik, ekonomi dan lainnya. Betapa
banyaknya buku-buku yang terbit karena sekedar mengejar popularitas nama
pengarang dan mendongkrak nama penerbit. Tidak sedikit buku-buku yang beredar
hanya mementingkan keuntungan materi dengan mengabaikan nilai moral dan
kestabilan politik negara.[2]
Dalam kamus
jurnalistik, resensi mempunyai arti tulisan di media masa yang berisi penilaian
tentang kelebihan atau kekurangan sebuah karya tuli (buku), krya sastra (novel),
atau karya seni (film, sinema). Biasanya mengandung penilaian tentang tema dan
isi, kritikan, serta dorongan kepada publik perlu tidaknya mebca tau menonton
karya tersebut.[3]
Resensi adalah
sebuah istilah yang digunakan untuk menilai baik tidaknya sebuah buku. Dalam
hal ini, yang dinilai adalah keunggulan dan kelemahan buku (baik fiksi maupun
nonfiksi) sehingga orang merasa terpersuatif setelah membacanya. Secara
etimologis resensi berasal dari bahasa latin, yaitu kata kerja revidere dan recensere,
yang artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk
istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recensie, sedangkan
dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilahreview.
Menurut Keraf,
resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau
buku. Sejalan dengan pendapat Keraf, Menurut Isdriani K. Pudji, resensi adalah
tulisan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku. Pendapat yang senada juga
disampaikan oleh Oktavianawati, yang mengatakan bahwa “resensi adalah suatu
tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel,
majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD.[4]
B. Tujuan Menulis
Resensi
Sebagaimana jenis karangan lainnya, menulis resensi
juga memiliki tujuan. Secara umum tujuan merensi sebuah buku adalah
menginformasikan isi buku tentang yang ditulis dan dibahas, kepada masyarakat
luas khususnya pembaca.
Menurut Keraf (dalam http://bamas.wordpress.com), tujuan menulis resensi sebuah buku adalah
menyampaikan kepada pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya sastra patut
mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Dalam hali ini, seorang peresensi
perlu menguasai isi buku yang diresensinya sehingga dapat disampaikan apakah
buku tersebut layak atau tidak untuk dinikmati oleh masyarakat. Oleh sebab itu,
kelemahan dan kelebihan buku tersebut perlu disampaikan arif dan jujur.
Pendapat yang sejalan dengan pendapat Keraf tentang
tujuan menulis resensi disampaikan oles Samad Daniel (1997:2). Ia mengemukakan
bahwa tujuan penulisan resensi meliputi empat tujuan antara lain:
Memberikan infornasi atau pemahaman yang komprehensif
tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan
mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang mencul dalam sebuah buku.
Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah
buku pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
Menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang melihat
buku yang baru terbit seperti: siapa pengarangnya, mengapa ia menulis buku itu,
bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis karya pengarang yang sama, dan
bagaimana hubungannya dengan buku sejenis karya pengarang lain.
Berdasarkan pendaapat Samad Daniel di atas, ada empat
hal yang perlu diperhatikan oleh seorang peresensi buku, yaitu:
1)
Informasi yang disampaikan harus jelas
2)
Mampu mengajak pembaca untuk bersikap kritis terhadap
hasil resensi
3)
Hasil resensi harus bersifat persuatif
C. Struktur Tulisan
Resensi
Sebuah tulisan resensi buku biasanya terdiri dari tiga
bagian, yaitu:
Pertama, bagian pendahuluan. Berisi informasi objektif atau
identitas buku. Meliputi judul, penulis, penerbit dan tahun terbitnya, jumlah
halaman, dan bila perlu harga buku tersebut.
CONTOH:[6]
Judul
Buku : Zaman
Baru Islam Indonesia (Pemikiran dan Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien
Rais, Nur Cholis Madjid, Jalaludin Rakhmat)
Penulis : Dedy
Djamaluddin Malik & Idi Subandy Ibrahim
Pengantar : Mohammad
Sobary
Penarbit : Zaman
Wacana Mulia, Bandung
Cetakan : Pertama,
Januari 1998
Tebal : 337
Halaman
Judul resensi buku setidak-tidaknya bisa menggambarkan
keseluruhan isi buku. Judul harus ilmiah populer, sebab bahasa media itu ilmiah
populer. Ilmiah artinya ia tidak terlalu ngepop, tetapi juga tidak terlalu
ilmiah sekali. Judul ngepop misalnya seperti “bahasa gaul” yang sering dijumpai
pada judul-judul artikel majalah, tabloid atau media cetak lain yang pasarnya
Anak Baru Gede (ABG). Bahasa resensi juga tidak terlalu ilmiah. Bahkan kalau
bisa, menghindari pemakaian kata-kata asing yang berkebihan.[7]
Kedua,
bagian isi. Berisi ulasan tentang tema atau judul buku, paparan singkat isi
buku (mengacu kepada daftar isi) atau gambaran tentang keseluruhan isi buku,
dan informasi tentang latar belakang serta tujuan penulisan buku tersebut.
Diulas pula tentang gaya penulisan, perbandingan buku itu dengan buku bertema
sama karangan penulis lain atau buku karangan penulis yang sama dengan tema
lain.
Ketiga, bagian penutup. Pada bagian ini peresensi menilai
bobot (kualitas) isi buku tersebut secara keseluruhan, menilai kelebihan atau
kekurangan buku tersebut, memberi kritik atau saran kepada penulis dan
penerbitnya (misalnya menyangkut cover, judul, editing), sera memberi
pertimbangan kepada pembaca tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan
dimiliki/ dibeli.
Biasanya, pada halaman belakang sebuah buku terdapat
“resensi mini”. Ditulis oleh penerbitnya sebagai gambaran singkat isi buku
sekaligus berpromosi/ menarik minat orang untuk membaca dan membeli buku
tersebut.[8]
D. Jenis-Jenis Dalam
Resensi
Saryono membagi
resensi buku berdasarkan sudut pandang atau sudut tinjauannya. Berdasarkan
sudut pandang atau sudut tinjauan yang digunakan, resensi di bagi lagi menjadi
dua, yaitu:
1) Resensi
berdasarkan media atau forum sajiannya.
2) Resensi
berdasarkan isi resensi atau isi sajiannya.
Berdasakan media atau forumnya, resensi buku dibagi
menjadi dua, yaitu:
1) resensi ilmiah,
2) resensi ilmiah
populer
Hal yang membedakan kedua resensi tersebut adalah
bahasa dan tatacara penulisan yang digunakan. Dalam resensi lmiah digunakan
tatacara keilmuan tetentu menggunakan rujukan atau acuan, dan bahasa resmi dan
baku serta yang dipaparkan selengkap-lengkapnya. Sementara itu, resensi ilmiah
populer tidak menggunakan rujukan atau acuan tertentu. Selain itu, isi resensi
seringnya hanya memaparkan bagian-bagian yang menarik saja. Penyajiannyapun
tidak terlalu tunduk pada bahasa resmi atau bahasa baku.
Sedangkan berdasarkan isi sajian atau isi resensinya
lebih lanjut ia mengemukakan bahwa resensi buku digolongkan menjadi tiga jenis
yaitu:
1)
Resensi informatif
resensi informatif hanya berisi informasi tentang
hal-hal dari suatu buku. Paad umumnya, isi resensi informatif hanya ringkasan
dan paparan mengenai apa isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan suatu
buku.
2)
Resensi evaluatif
Resensi evaluatif lebih banyak menyajikan penilaian
peresensi tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku. Informasi
tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja bahkan kadang-kadang hanya
dijadikan ilustrasi.
3)
Resensi informatif-evaluatif
Resensi informatif-evalautif merupakan perpaduan dua
jenis resensi yaitu resensi informatif dan resensi evaluatif. Resensi jenis ini
disamping menyajikan sebauh ringkasan buku atau hal-hal penting yang ada di
buku juga menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku.
Dari ketiga jenis resensi tersebut, jenis resensi
ketigalah yang paling ideal karena bisa memberikan laporan dan pertimbangan
secara memadai. Oleh sebab itu, dalam meresensi buku penulis resensi lebih
banyak memilih jenis resensi informatif-evaluatif. Hal ini dipertimbangkan
karena jenis ii lebih menggabungkan kedua jenis resensi, yaitu resensi
informatif dan resensi evaluatif. Ini berarti jenis resensi ini memiliki jenis
kajian lebih lengkap jika dibandingkan dengan kedua jenis resensi lainnya.
Jenis resensi ini menyajikan ringkasan buku dan juga penilaian peresensi
terhadap buku tersebut tersebut terutama melihat kelemahan dan keunggulan isi
buku tersebut.[9]
Setelah kita mengetahui jenis-jenis dalam resensi,
kita juga perlu mengenal tipe atau bentuk resensi buku, semuanya bertujuan
untuk menginformasikan isi buku tersebut. Masing-masing bentuk resensi akan
memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri-sendiri. Adpun bentuk resensi
dapat digolongkan sebagai berikut.
1. Meringkas
Penulis resensi
berusaha untuk berusaha meringkas dengan bahasa yang tidak bertele-tele. Tujuan
meringkas ini jelas memberikan informasi yang padat dan singkat pada
pembacanya. Sebab, tak jarang sebuah buku itu diuraikan secara panjang lebar.
Disinilah ketajaman dan kelihaian peresensi dibutuhkan
2. Menjabarkan
Adakalanya, sebuah
buku teks sangat sulit dipahami oleh kebanyakan orang. misalnya buku-buku
terjemahan,buku-buku teks perguruan tinggi, termasuk juga buku-buku filsafat.
Tugas peresensi adalah menjabarkan (dengan bahasa sendiri) tentang keseluruhan
isi buku tersebut.
3. Menganalisis
Penulis resensi
tidak sekedar meringkas dan memindahkan kata-kata dalam buku dalam bahasa
resensi. Lebih dari itu peresensi buku harus memberikan wawasan tentang isi
buku itu. Lebih dari itu metode penulisannya, cara pemaparannya juga
dikemukakan.
4. Membandingkan
(Komparasi)
Meresensi buku
juga bisa dilakukan dengan komparasi. Komparasi bisa dilakukan dengan
membandingkan buku itu dengan pengarang yang sama atau dengan buku sejenis
meskipun berbeda pengarang.
5. Memberi penekanan
Resensi bentuk ini
biasanya digunakan untuk meresnsi buku-buku kumpulan tulisan atau bunga rampai
(satu penulis tapi beragam topik). Meresensi kumpulan tulisan memang lebih
sulit daripada meresensi satu orang dengan pemikiran utuh.[10]
Buku yang dapat diresensi dengan cara memberikan
penekanan adalah jenis buku-buku kumpulan tulisan atau bunga rampai. Begitu
banyak masalah dan terkadang sejumlah masalah tersebut ditulis oleh banyak
orang menjadikan penulis resensi sulit menentukan mana yang perlu ditonjolkan
dalam resensi. Dalam kasus ini peresensi cukup mengambil masalah yang dianggap
paling menonjol. Atau, dapat juga dengan mengambil uraian atau pendapat dari
orang-orang yang sudah punya nama dan yang paling terkenal diantara para
penulis yang ada dlam buku tersebut.[11]
E. Teknik Penulisan
Resensi
Prinsip meresensi
buku adalah mencari tema pokok dari buku itu. Caranya ialah dengan memberi
uraian dalam bentuk ringkasan, ulasan, atau kajian dari setiap persoalan yang
berkaitan erat dengan tema buku itu. Sebelum meresensi sebuah buku, yang perlu
dilakukan adalah memahami buku tersebut dengan cara membacanya. Proses memahami
sebuah buku bisa dilakukan dengan membaca buku sekali, dua kali, dan jika perlu
berkali-kali tergantung kebutuhan.
Untuk lebih
cepat dalam memahami sebuah buku dapat diikuti beberapa saran sebagai berikut:
1) Baca kata
pengantar dan pendahualuan.
2) Lihat daftar isi
3) Baca
ringkasan buku yang biasanya terdapat pada sampul belakang.
4) Pilih
hal-hal yang dianggap penting.
5) Catat
hal-hal yang dianggap penting.
Cara lain agar cepat memahami sebuah buku adalah
dengan berlatih membaca efektif. Yakni bisa dilakukan dengan beberapa cara,
antara lain:
i.
Selection, yakni dengan memilih masalah yang pokok dan
esensinya saja dari buku yang kita baca.
iii.
Scanning, yakni membaca sepintas lalu dengan cepat
tetapi sambil memperhatikan dengan teliti dan memandai bagian-bagian yang
penting dari buku yang kita baca.
Sebelum membuat resensi ada beberapa hal penting yang
perlu diperhatikan menurut Fauzi Rahman, diantaranya adalah:[13]
i.
Mempunyai minat yang besar untuk menekuni dunia
resensi buku lebih dulu harus mempelajari peta, karakter, dan misi
masing-masing media masa yang mempunyai rubrik resensi.
ii.
Sebelum menulis resensi seorang penulis lebih dulu
harus tahu istilah-istilah rubrik resensi masing-msing media masa.
iii.
Buku atau film yang hendak kita resensi
hendaknya buku terbitan terbaru.
iv.
Dalam meresensi buku yang penting kita paparkan adalah
sesuatu yang kita anggap menonjol, baru, dan mampu mewakili seluruh isi buku.
v.
Tidak kalah pentingnya pula adalah ketekunan penulis
untuk mengamati rutin rubrik resensi masing-masing media.
Dalam menulis sebuah resensi diperlukan tehnik yang
termudah untuk meresensinya. Tehnik-tehnik tersebut tidak lepas dari
langkah-langkah membuat resensi, berkenaan dengan itu Daniel (1997:6-7)
memnerikan langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
1) Penjajakan atau
pengenalan terhadap buku yang akan diresensi.
2) Membaca buku
yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti.
3) Menandai bagian-bagian
buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutip
untuk dijadikan data.
4) Membuat
sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
5) Menetukan
sikap dan menilai hal-hal yang berkenaan dengan organisasi penulisan, bobot
ide, aspek bahasanya dan aspek teknisnya.[14]
Dalam menulis resensi sebuah karya baik itu buku
ataupun film selain memperhatikan teknik penulisan resenstor atau orang yang
menulis resensi harus memahami dasar-dasar dalam menulis resensi, seperti yang
dianjurkan oleh Samsul (2003), yaitu:
Pertama, memahami atau menagkap tujuan (maksud)
pengarang dengan karya yang dibuatnya. Berhasil atau tidaknya kita menagkap
tujuan dari sang penulis akan menentukan bagus atau tidaknya resensi kita.
Kedua, memiliki tujuan dalam membuat resensi buku.
Seperti dasar menulis artikel pada umumnya, sebuah tulisan harus didasarkan
sebuah tujuan. Begitu juga dengan resensi. Tujuan itu bisa berupa mengajak
orang-orang untuk inkut membaca buku itu, ataupun bisa sebagai kritik dan
masukan bagi sang penulis.
Ketiga, harus mengenal atau mengetahui selera dan
tingkat pemahaman dari para pembaca. Sebuah resensi buku Das Kapital-nya
Karl Marx tidak akan sesuai untuk pembaca koran lokal. Dengan memahami selera
dan tingkat pemahaman pembaca media masa yang dituju, kita dapat menyesuaikan
pemilihan buku dan gaya tulisan yang dapat diterima mereka.
Keempat, mempunyai pengetahuan dan menguasai disiplin
ilmu pengetahuan sebagai tolak ukur ketika mengemukakan keunggulan dan
kelemahan buku. Menguasai berbagai pengetahuan akan mempermudah kita menulis
resensi yang memadai sesuai dengan katagori buku tersebut. Seperti menulis
resensi tentang ekonomi tentunya kita harus mempunyai wawasan dan pengetahuan
mengenai bidang tersebut.
Kelima, jadilah pengamat buku sekaligus kolektor buku.
Bagus atau tidaknya sebuah buku akan relatif berbeda tiap orang. Memberikan
perbandingan dengan buku lain akan mempermudah kita dan pembaca dalam
menentukan tolak ukur kadar kualitas buku yang diresensi.[15]
III.
Penutup
A. Simpulan
Dalam kamus
jurnalistik, resensi mempunyai arti tulisan di media masa yang berisi penilaian
tentang kelebihan atau kekurangan sebuah karya tuli (buku), krya sastra
(novel), atau karya seni (film, sinema). Biasanya mengandung penilaian tentang
tema dan isi, kritikan, serta dorongan kepada publik perlu tidaknya mebca tau
menonton karya tersebut. Resensi merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah
yang bersifat subjektif.
Sebuah tulisan resensi buku biasanya terdiri dari tiga
bagian, yaitu: Pertama, bagian pendahuluan. Berisi informasi
objektif atau identitas buku. Meliputi judul, penulis, penerbit dan tahun
terbitnya, jumlah halaman, dan bila perlu harga buku tersebut. Kedua,
bagian isi. Ketiga, bagian penutup. Dan pada halaman belakang
terdapat “resensi mini”.
Jenis-Jenis Dalam Resensi
Saryono membagi resensi menjadi dua, yaitu: Resensi
berdasarkan media atau forum sajiannya dan Resensi berdasarkan isi resensi atau
isi sajiannya.
Berdasakan media atau forumnya, resensi buku dibagi
lagi menjadi dua, yaitu: resensi ilmiah, dan resensi ilmiah populer.
Sedangkan berdasarkan isi sajian atau isi resensinya
lebih lanjut ia mengemukakan bahwa resensi buku digolongkan menjadi tiga jenis
yaitu: resensi informatif, Resensi evaluatif, dan Resensi informatif-evaluatif.
Adapun bentuk resensi dapat digolongkan sebagai
berikut: Meringkas, Menjabarkan, Menganalisis, Membandingkan (Komparasi),
Memberi penekanan.
Teknik Penulisan Resensi
Prinsip meresensi buku adalah mencari tema pokok dari
buku itu. Caranya ialah dengan memberi uraian dalam bentuk ringkasan, ulasan,
atau kajian dari setiap persoalan yang berkaitan erat dengan tema buku
itu. Untuk lebih
cepat dalam memahami sebuah buku dapat diikuti beberapa saran sebagai berikut:
Baca kata pengantar dan pendahualuan, Lihat daftar isi, Baca ringkasan buku
yang biasanya terdapat pada sampul belakang, Pilih hal-hal yang dianggap
penting, Catat hal-hal yang dianggap penting. Cara lain agar cepat memahami
sebuah buku adalah dengan berlatih membaca efektif. Diantaranya: Selection,
Skipping, Scanning.
Sebelum membuat resensi ada beberapa hal penting yang
perlu diperhatikan menurut Fauzi Rahman, diantaranya adalah: Mempunyai minat
yang besar, tahu istilah-istilah rubrik resensi masing-msing media masa, Buku
atau film terbitan terbaru, paparkan sesuatu yang kita anggap menonjol, baru,
dan mampu mewakili seluruh isi buku, penulis mengamati rutin rubrik resensi
masing-masing media.
langkah-langkah membuat resensi, berkenaan dengan itu
Daniel (1997:6-7) memnerikan langkah-langkah tersebut sebagai berikut:
Penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang akan diresensi, Membaca buku yang
akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti, Menandai bagian-bagian
buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutip
untuk dijadikan data, Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang akan
diresensi, Menetukan sikap dan menilai hal-hal yang berkenaan dengan organisasi
penulisan, bobot ide, aspek bahasanya dan aspek teknisnya.
Dalam menulis resensi sebuah karya baik itu buku
ataupun film selain memperhatikan teknik penulisan resenstor atau orang yang
menulis resensi harus memahami dasar-dasar dalam menulis resensi, seperti yang
dianjurkan oleh Samsul (2003), yaitu:
Pertama, memahami atau menagkap tujuan (maksud),
Kedua, memiliki tujuan dalam membuat resensi buku, Ketiga, harus mengenal atau
mengetahui selera dan tingkat pemahaman dari para pembaca, Keempat, mempunyai
pengetahuan dan menguasai disiplin ilmu pengetahuan, Kelima, jadilah pengamat
buku sekaligus kolektor buku.
B. Kritik dan saran
Demikian makalah yang dapat kami susun, kami berharap semoga
makalah ini dapat dengan mudah untuk dipahami dan bisa menambah wawasan kita.
Dan tentunya kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan serta
cacat dari kesempurnaaan. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat
kami harapkan guna penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini
bermanfaat dan kita bisa memetik hikmahnya. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Syamsul Asep M. Romli, Jurnalistik Praktis untuk Pemula, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009
Lasa HS, menaklukkan redaktur jurus jitu menulis di media massa,Yogyakarta: pinus, 2006
Syaiful Asep M. Romli, Kamus Jurnalistik, Bandung: Refika Offset, 2008
Dr. H. Dalman, Menulis karya Ilmiah, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012
Syamsul Asep M. Romli, Jurnalistik Praktis untuk Pemula,
Nurudin, Kiat Meresensi Buku di Media Cetak, Jakarta: Murai Kencana, 2009
Bahar Ahmad dkk, Kiat Menembus kolom & rubrik media masa,yogyakarta: titian ilahi press
Rahman Fauzi dkk, Kiat Menembus kolom & rubrik media masa, yogyakarta: titian ilahi press
Kuncoro Mudrajat, Mahir Menulis, Jakarta: Erlangga, 2009
[1]
Asep Syamsul M.
Romli, Jurnalistik Praktis untuk Pemula, (Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya, 2009), hlm.75
[2] Lasa
HS, menaklukkan redaktur jurus jitu menulis di media massa,(Yogyakarta:
pinus, 2006), hlm. 19
[11]
Ahmad Bahar
dkk, Kiat Menembus kolom & rubrik media masa,(yogyakarta:
titian ilahi press), hal. 32
[13]
Fauzi Rahman
dkk, Kiat Menembus kolom & rubrik media masa, (yogyakarta:
titian ilahi press), hal. 35-37

Tidak ada komentar:
Posting Komentar